Ada kisah cinta yang menjadi roman indah, tetapi ada juga yang menjadi tragedi. Seperti kisah cinta antara Soe Hok Gie dan Ira. Sebuah tragedi percintaan yang bersemayam di dalam jalinan persahabatan. Bagaimana Ira yang selalu mencintai Gie dalam diam, dan Gie yang sempat terikat dengan Sinta, namun sebenarnya mencintai Ira sejak awal tapi tak pernah mengungkapkan perasaannya sampai kematian datang.
Inilah Puisi terakhir Soe Hok Gie untuk cinta sejatinya, Ira,yang ditulis di atas Gunung Semeru. Disampaikan oleh Denny, sahabat mereka setelah kematian Gie
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah,
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,
Tapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disisi mu manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu
Mari sini sayangngku
Kalian yang pernah mesra Yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang
Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa
Saya hanya ingin sedikit mengenang salah satu film kesukaan saya, GIE :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar